Rabu, 02 September 2015

Perekonomian Kabupaten Cirebon

Perekonomian

  Yo semua , kembali lagi di Nature society , kami kembali dengan membawakan artikel seputar Perekonomian Kabupaten Cirebon , berikut artikelnya.
   Perekonomi Kabupaten Cirebon dipengaruhi oleh letak geografis yang strategis dan karakteristik sumber daya alam sehingga struktur perekonomiannya didominasi oleh sektor industri pengolahan, sektor perdaganganhotel dan restoran, sektor pengangkutan dankomunikasi serta sektor jasaTomé Pires dalam Suma Orientalnya sekitar tahun 1513 menyebutkan Cirebon merupakan salah satu sentra perdagangan di Pulau Jawa. Setelah Cirebon diambil alih oleh pemerintah Hindia-Belanda, pada tahun 1859, pelabuhan Cirebon ditetapkan sebagai transit barang ekspor-impor dan pusat pengendalian politik untuk kawasan di pedalaman Jawa.

   Sampai tahun 2001 kontribusi perekonomian untuk Kabupaten Cirebon adalah industri pengolahan (41,32%), kemudian diikuti oleh sektor perdagangan, hotel dan restoran (29,8%), sektor pengangkutan dan komunikasi (13,56%), sektor jasa-jasa (6,06%). Sedangkan sektor lainnya (9,26%) meliputi sektor pertambangan, pertanian, bangunan, listrik, dan gas rata-rata 2-3%.

   Salah satu wujud usaha di sektor informal adalah pedagang kaki lima, Kabupaten Cirebon yang sering menjadi sasaran urbanisasi memiliki jumlah PKL yang cukup signifikan pada setiap tahunnya. Fenomena ini di satu sisi menggembirakan karena menunjukan dinamika ekonomi akar rumput, tapi di sisi lain jika tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan persoalan yang serius di sektor ketertiban dan tata ruang.

   Perusahaan rokok multinasional, British American Tobacco (BAT), merupakan salah satu produsen rokok yang pernah berdiri di Kabupaten Cirebon. Namun pada tahun 2010, guna mengefisiensikan produksinya, merelokasi pabrik di Kabupaten Cirebon ke Kabupaten Malang.

   Kabupaten Cirebon memiliki 12 kompleks ruko, 13 bangunan plaza dan mall serta 12 pasar tradisional.

   Kabupaten Cirebon memiliki beberapa pusat perbelanjaan di antaranya Cirebon Mall daerah Kota Tua (BAT) di Jalan Syarief Abdurahman, CSB Mall (Cirebon Super Block) berlokasi di pusat Kabupaten Cirebon Jalan DR. Cipto Mangunkusumo dengan luas 6.2 ha, Grage Mall bertempat di Jalan Tentara Pelajar, Giant Hypermarket terletak di sekitar area Stadion Bima Jalan Brigjen Dharsono (By-Pass), dan di sekitar Jalan Rajawali, Plaza Yogya Siliwangi di Jalan Siliwangi, Plaza Yogya Grand Center di Jalan Karanggetas, Pusat Grosir Cirebon(PGC), Asia PlazaSurya PlazaCarrefour SuperStore Jl. Cipto, Gunung Sari Trade Center (GTC), Balong Indah Plaza dan Plaza Index "Ace Hardware".

   Pada triwulan I 2010, Kabupaten  Cirebon mengalami laju inflasi tertinggi dibandingkan dengan kabupaten  lainnya di Jawa Barat. Faktor pendorong kenaikan laju inflasi terutama berasal dari kelompok transpor, komunikasi dan jasa, keuangan serta pendidikan, Pariwisata, dan olahraga.
Kelompok
Triwulan II 2009
Triwulan III 2009
Triwulan IV 2009
Triwulan I 2010
Bahan makanan
1.84
3.72
4.68
3.58
Makanan jadi
7.67
6.55
5.99
5.30
Perumahan
9.17
4.11
3.64
2.31
Sandang
6.45
8.41
10.77
2.00
Kesehatan
6.85
6.68
5.48
2.53
Pendidikan
25.06
7.96
8.15
7.01
Transporstasi
-6.67
-5.50
-2.95
2.29
Total
5.23
3.67
4.11
3.54
Inflasi Tahunan Kabupaten Cirebon Menurut Kelompok Barang dan Jasa

Kelompok transpor Kabupaten Cirebon mengalami laju inflasi yang cukup tinggi karena kenaikan harga BBM nonsubsidi serta tarif jasa keuangan. Sementara itu, tarif kursus/pelatihan di Kabupaten  Cirebon relatif tinggi  sehingga mendorong tingginya inflasi kelompok pendidikan.

Baiklah , sekian untuk postingan kali ini , terima kasih sudah mau mampir

source : http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Cirebon

Tidak ada komentar:

Posting Komentar