Perekonomian
Yo semua , kembali lagi di Nature society , kami kembali dengan membawakan artikel seputar Perekonomian Kabupaten Cirebon , berikut artikelnya.
Perekonomi Kabupaten Cirebon dipengaruhi oleh
letak geografis yang strategis dan karakteristik sumber daya alam sehingga struktur perekonomiannya didominasi
oleh sektor industri
pengolahan, sektor perdagangan, hotel dan restoran, sektor pengangkutan dankomunikasi serta sektor jasa. Tomé Pires dalam Suma Orientalnya sekitar
tahun 1513 menyebutkan Cirebon merupakan salah satu sentra perdagangan di Pulau Jawa. Setelah Cirebon diambil alih oleh pemerintah Hindia-Belanda, pada tahun 1859, pelabuhan Cirebon ditetapkan
sebagai transit barang ekspor-impor dan pusat pengendalian politik untuk
kawasan di pedalaman Jawa.
Sampai tahun 2001 kontribusi perekonomian
untuk Kabupaten Cirebon adalah industri pengolahan (41,32%), kemudian diikuti
oleh sektor perdagangan, hotel dan restoran (29,8%), sektor pengangkutan dan
komunikasi (13,56%), sektor jasa-jasa (6,06%). Sedangkan sektor lainnya (9,26%)
meliputi sektor pertambangan, pertanian, bangunan, listrik, dan gas rata-rata
2-3%.
Salah satu wujud usaha di sektor informal
adalah pedagang kaki lima,
Kabupaten Cirebon yang sering menjadi sasaran urbanisasi memiliki jumlah PKL yang cukup signifikan pada
setiap tahunnya. Fenomena ini di satu sisi menggembirakan karena menunjukan
dinamika ekonomi akar rumput, tapi di sisi lain jika tidak dikelola dengan baik
akan menimbulkan persoalan yang serius di sektor ketertiban dan tata ruang.
Perusahaan rokok multinasional, British American
Tobacco (BAT), merupakan salah satu produsen rokok yang pernah
berdiri di Kabupaten Cirebon. Namun pada tahun 2010, guna mengefisiensikan
produksinya, merelokasi pabrik di Kabupaten Cirebon ke Kabupaten Malang.
Kabupaten Cirebon memiliki 12 kompleks ruko,
13 bangunan plaza dan mall serta 12 pasar tradisional.
Kabupaten Cirebon memiliki beberapa pusat
perbelanjaan di antaranya Cirebon
Mall daerah Kota Tua (BAT) di Jalan Syarief
Abdurahman, CSB Mall (Cirebon Super Block)
berlokasi di pusat Kabupaten Cirebon Jalan DR. Cipto Mangunkusumo dengan luas
6.2 ha, Grage Mall bertempat di Jalan Tentara
Pelajar, Giant
Hypermarket terletak di sekitar area Stadion Bima
Jalan Brigjen Dharsono (By-Pass), dan di sekitar Jalan Rajawali, Plaza
Yogya Siliwangi di Jalan Siliwangi, Plaza Yogya Grand Center di
Jalan Karanggetas, Pusat Grosir
Cirebon(PGC), Asia
Plaza, Surya
Plaza, Carrefour
SuperStore Jl. Cipto, Gunung Sari Trade Center (GTC), Balong Indah
Plaza dan Plaza Index "Ace Hardware".
Pada triwulan I 2010, Kabupaten Cirebon mengalami laju inflasi tertinggi
dibandingkan dengan kabupaten lainnya
di Jawa Barat. Faktor pendorong kenaikan
laju inflasi terutama berasal dari kelompok transpor, komunikasi dan jasa,
keuangan serta pendidikan, Pariwisata, dan olahraga.
Kelompok
|
Triwulan II 2009
|
Triwulan III 2009
|
Triwulan IV 2009
|
Triwulan I 2010
|
Bahan makanan
|
1.84
|
3.72
|
4.68
|
3.58
|
Makanan jadi
|
7.67
|
6.55
|
5.99
|
5.30
|
Perumahan
|
9.17
|
4.11
|
3.64
|
2.31
|
Sandang
|
6.45
|
8.41
|
10.77
|
2.00
|
Kesehatan
|
6.85
|
6.68
|
5.48
|
2.53
|
Pendidikan
|
25.06
|
7.96
|
8.15
|
7.01
|
Transporstasi
|
-6.67
|
-5.50
|
-2.95
|
2.29
|
Total
|
5.23
|
3.67
|
4.11
|
3.54
|
Inflasi Tahunan
Kabupaten Cirebon Menurut Kelompok Barang dan Jasa
|
||||
Kelompok transpor Kabupaten Cirebon mengalami laju inflasi
yang cukup tinggi karena kenaikan harga BBM nonsubsidi serta tarif jasa
keuangan. Sementara itu, tarif kursus/pelatihan di Kabupaten Cirebon relatif tinggi sehingga mendorong tingginya inflasi kelompok
pendidikan.
Baiklah , sekian untuk postingan kali ini , terima kasih sudah mau mampir
source : http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Cirebon
source : http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Cirebon
Tidak ada komentar:
Posting Komentar