Rabu, 02 September 2015

Sejarah pemerintahan kabupaten Cirebon

Sejarah pemerintahan kabupaten Cirebon

   Suatu peristiwa penting dalam sejarah keagamaan di Cirebon adalah kedatangan seorang penyebar Agama Islam terkenal dengan nama Syekh Israel Ibn Maulana atau Susuhunan Gunung Jati. Dimana setiap 2 April diperingati sebagai hari jadi Kabupaten Cirebon selama ini.

   Dalam sumber-sumber tradisi Cirebon, baik babad maupun carita purwaka caruban nagari diceritakan tentang kepergian Pangeran Walang Sungsang Cakrabuana dengan adiknya Nyi Lara Santang atas saran gurunya Syekh Datuk Kahfi untuk menunaikan rukun Islam ke 5 yaitu ibadah haji ke Baitullahdi Kota Makkah. Disana Nyi Lara Santang dinikahi oleh Syarif Abdullah dari Mesir, dianugerahi gelar Syarifah Mudha’im kemudian diberikan seorang putra yang bernama Syarif Hidayatullah pada tahun 1448 M.

   Dimana, setelah berusia dewasa Syarif Hidayatullah pergi ke Pulau Jawa menyusul uwanya yaitu Pangeran Cakrabuana yang telah menjadi Tumenggung  Cirebon. Sekitar Tahun 1470 M, Syarif Hidayatullah datang ke Pulau Jawa. Di Cirebon beliau menikahi putri uwanya yang bernama Nyi Mas Pakungwati. Selanjutnya pada tahun 1479 M, Syarif Hidayatullah diangkat menjadi Tumenggung Cirebon menggantikan Tumenggung Cakrabuwana sekaligus menggantikan kedudukan Syekh Datuk Kahfi yang telah wafat.

   Pada dwa dasi sukla paksa cetra masa sahasra patang atus papat ikang sakakala bertepatan dengan Kamis, 12 Safar 887 Hijriah, atau 2 Aapril 1482 M. Tumenggung Cakrabuana dengan dukungan Walisongo yang dipimpin oleh Sunan Ampel Denta melantik Syekh Syarif Hidayatullah sebagai sunan carbon sinarat sunda, Raja Islam pertama Cirebon yang merdeka dari kerajaan sunda pakuan pajajaran. Penobatan tersebut ditandai dengan gelar ingkang sinuhun kanjeng susuhunan jati purbawisesa panetep penatagama aulia allahu ta’ala kutubil jaman, kholifatu rosulillahi sholollahu alaihi wasalam.

   Sejak saat itu, Sunan Gunung Jati menghentikan bulu bekti uyah kalawan terasi atau pengiriman pajak garam dan terasi dari Cirebon yang biasanya dibaktikan kepada raja pakuan pajajaran. Untuk mengenang peristiwa itu, setiap 2 April diperingati sebagai hari jadi Kabupaten Cirebon, dikukuhkan dengan terbitnya Perda Nomor 12 Tahun 1989 tentang hari jadi Cirebon. Seperti yang dikutip dari Dinas Kearsipan dan Dokumen Kabupaten Cirebon.

   Menurut naskah carita purwaka caruban nagari karya Pangeran Arya Carbon yang ditulis tahun 1720 M. Caruban nagari adalah sebutan wilayah cirebon tempo dulu, negeri yang masyarakatnya hidup makmur dibawah naungan pemerintahan susuhunan jati purba wisesa atau Sunan Gunung Jati Cirebon.

   Beliau adalah seorang wali di pulau jawa yang menegakan dan menata Agama Islam di tanah sunda. Bertahta di Keraton Pakungwati bersama uwanya yaitu Pangeran Cakrabuana yang diberkati gelar Sri Mangana yang menjadi kuwu caruban ke dua dan menjadi manggala caruban nagari.


Lambang kabupaten Cirebon

Baik , sekian untuk postingan kali ini , terima kasih sudah mampir sebentar 

source : www.cirebonpos.com/sejarah-pemerintahan-kabupaten-cirebon/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar